
Bandung – 8 Desember 2025. Pengembangan mainan balok edukatif berbasis budaya dilakukan di Kuttab Nurul Ilmi Bandung sebagai media stimulasi kreativitas dan kemampuan motorik anak usia dini. Permainan ini dirancang untuk mendukung pembelajaran melalui aktivitas konstruktif yang melibatkan gerak, imajinasi, dan interaksi sosial.
Balok edukatif dikembangkan dengan bentuk-bentuk sederhana yang mudah dikenali anak serta terinspirasi dari nilai dan konteks budaya. Melalui permainan menyusun dan membangun, anak belajar mengenal bentuk, ruang, dan keseimbangan, sekaligus melatih koordinasi motorik kasar dan halus.

Selama kegiatan berlangsung, anak diberi kebebasan untuk mengeksplorasi balok sesuai imajinasi mereka. Pendekatan bermain terbuka ini mendorong anak untuk berpikir kreatif, memecahkan masalah sederhana, dan bekerja sama dengan teman dalam membangun berbagai bentuk.
Selain melatih aspek motorik, permainan balok juga membantu anak mengembangkan kemampuan sosial, seperti berbagi, berkomunikasi, dan menghargai ide teman. Guru berperan sebagai pendamping yang mengarahkan proses bermain tanpa membatasi hasil akhir karya anak.
Penggunaan balok edukatif berbasis budaya ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang mendukung perkembangan anak secara holistik, khususnya dalam aspek kreativitas, motorik, dan interaksi sosial di lingkungan Kuttab Nurul Ilmi Bandung.