Gerobak Sampah untuk Menjawab Persoalan Lingkungan di RW 07 Jayamekar

Bandung – Januari 2026. Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi persoalan nyata di RW 07 Desa Jayamekar. Hingga kini, proses pengangkutan sampah masih sangat bergantung pada tenaga manusia, sementara kondisi lingkungan permukiman yang didominasi gang sempit menyulitkan mobilitas petugas kebersihan. Situasi tersebut berdampak pada rendahnya efisiensi pengangkutan sampah dan berpotensi menurunkan kualitas kebersihan lingkungan warga.

Dalam praktik sehari-hari, kepala rumah tangga masih harus membawa sampah secara mandiri ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) RW. Setelah itu, petugas kebersihan kembali mengangkut sampah menggunakan sepeda motor menuju TPS yang sama, sebelum akhirnya sampah dibakar atau diangkut menggunakan truk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten. Pola pengangkutan berulang ini tidak hanya memakan waktu dan tenaga, tetapi juga kurang efektif, terutama di kawasan permukiman padat dengan akses jalan terbatas.

Melihat kondisi tersebut, diperlukan solusi fasilitas yang mampu menyesuaikan dengan karakter ruang gang sempit sekaligus mendukung kerja petugas kebersihan secara lebih efisien. Menjawab kebutuhan itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui perancangan grobak sampah khusus untuk lingkungan gang sempit. Grobak ini dirancang untuk mengakomodasi proses pengumpulan dan pengangkutan sampah rumah tangga dalam satu kali perjalanan.

Berbeda dengan pendekatan konvensional, perancangan grobak sampah ini dilakukan menggunakan metode desain partisipatif. Warga dan petugas kebersihan dilibatkan secara aktif sejak tahap awal, mulai dari identifikasi masalah, perumusan kebutuhan, hingga uji coba prototipe di lapangan. Melalui diskusi dan observasi langsung, dimensi grobak dimodifikasi agar mudah bermanuver di gang sempit, ringan dioperasikan, dan mampu menampung volume sampah yang lebih optimal.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa keberadaan grobak sampah ini membantu petugas kebersihan dalam mengangkut sampah dengan lebih efisien. Sampah dari beberapa titik dapat ditampung sekaligus, sehingga proses pengangkutan tidak perlu dilakukan berulang kali. Selain itu, warga merasakan manfaat langsung karena lingkungan menjadi lebih tertib dan proses pembuangan sampah lebih terorganisir.

Lebih dari sekadar solusi teknis, program ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perancang dan masyarakat. Keterlibatan warga dalam proses perancangan menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang dihasilkan, sehingga mendorong keberlanjutan penggunaan di masa depan. Inovasi grobak sampah berbasis desain partisipatif ini diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang adaptif dan aplikatif bagi kawasan permukiman padat lainnya.

 

Ketua Tim :Hardy Adiluhung (Nip: 20800001)

Anggota Tim 1 :Martiyadi Nurhidayat (Nip: 20910002)

Anggota Mahasiswa:

Dwi Echa Br Barus (Nim: 106022400036)
Sebastian Anggiat Pasaribu (Nim: 106022400049)
Hani Nurrahmi (Nim: 2301160002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *