Perancangan Meja Belajar untuk TK Telkom Buah Batu dengan Pendekatan Desain Interaksi Yang Intuitif dan Menyenangkan.

Bandung – Desember 2025. Kebutuhan akan lingkungan pembelajaran yang adaptif sangat krusial untuk mendukung keberlanjutan belajar (continuous learning) pada anak usia dini (5–6 tahun). Meja belajar tradisional di Taman Kanak-kanak (TK) sering kali bersifat kaku dan gagal mengakomodasi pentingnya interaksi serta bermain dalam proses pendidikan. Studi kasus ini, yang dilakukan di TK Telkom Buah Batu Bandung, bertujuan untuk merancang meja belajar yang tidak hanya ergonomis, tetapi juga secara efektif mendukung pembelajaran berkelanjutan melalui desain interaksi yang menyenangkan dan berpusat pada pengguna (user-centered interaction design).

Pengabdian kepada Masyarakat program Studi dengan Produk yang diketuai oleh Bapak Chris Chalik, S.DS., M.Sn. merancang meja yang menerapkan konsep modular dan transformatif yang memungkinkan peralihan fungsi secara cepat dari mode belajar (ergonomis) ke mode bermain (interaktif). Desain interaktif ini mencakup permukaan eksploratif (misalnya, papan tulis yang dapat dihapus) dan ruang penyimpanan yang mudah diakses untuk mainan edukatif. Penerapan metode UX menunjukkan bahwa desain yang fleksibel dan menyenangkan dapat meningkatkan keterlibatan, menumbuhkan kreativitas, dan memfasilitasi transisi yang mulus antar aktivitas, sehingga secara efektif mendukung suasana belajar yang santai dan berkelanjutan. Desain meja belajar ini berhasil mengintegrasikan fungsi ganda berdasarkan pemahaman mendalam tentang pengalaman pengguna anak-anak. Desain ini diharapkan dapat menjadi model dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif, interaktif, dan berkesan di TK Telkom Buah Batu.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Ruas yang wajib ditandai *