
Sumedang – 19 Desember 2025. Kegiatan pengembangan mainan interaktif berbasis seni warna dilakukan di Rutaba Al-Fath, Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya menghadirkan media belajar yang mendukung perkembangan sensorik dan kreativitas anak usia dini. Kegiatan ini berfokus pada perancangan mainan edukatif yang membantu anak mengenal warna dasar hingga gradasi warna melalui aktivitas bermain yang terstruktur namun tetap menyenangkan. Pendekatan seni warna dipilih karena berperan penting dalam menstimulasi kepekaan visual, konsentrasi, serta koordinasi motorik halus anak.
Mainan yang dikembangkan berupa set keping warna yang disusun dalam kotak kayu bersekat, dengan variasi warna yang tersusun rapi dari warna cerah hingga warna netral. Anak diajak untuk mengenali, mencocokkan, dan mengelompokkan warna secara langsung melalui interaksi fisik dengan keping warna tersebut. Pendekatan ini memungkinkan anak belajar mengenal warna tidak hanya secara visual, tetapi juga melalui sentuhan dan aktivitas motorik.
Dalam proses pengembangan, dilakukan diskusi dengan pihak Rutaba Al-Fath untuk menyesuaikan desain mainan dengan karakter anak dan kebutuhan kegiatan belajar di kelas. Masukan dari mitra digunakan untuk menentukan ukuran keping warna, jumlah variasi warna, serta sistem penyimpanan agar mainan mudah digunakan dan dirapikan kembali oleh anak.

Mainan interaktif ini dirancang dengan memperhatikan aspek keamanan, material ramah anak, serta kemudahan penggunaan. Kotak kayu berfungsi tidak hanya sebagai wadah penyimpanan, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman belajar, melatih anak untuk mengenal keteraturan dan kemandirian setelah bermain.
Melalui penggunaan mainan berbasis seni warna ini, anak diharapkan dapat mengembangkan kepekaan visual, kreativitas, serta kemampuan motorik halus secara bertahap. Media ini juga dapat digunakan secara fleksibel dalam berbagai aktivitas belajar di Rutaba Al-Fath, baik secara individu maupun kelompok.