Family Peacebuilding Kit: Media Edukatif untuk Keluarga Harmonis

Family Peacebuilding Kit: Kolaborasi Desain Produk Tel-U dan Gerakan Binar Hadirkan Media Edukatif untuk Keluarga Harmonis

Bandung, 2025 — Dalam upaya membangun lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Desain Produk Telkom University menginisiasi program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bertajuk “Desain Produk Turunan Family Peacebuilding Kit”. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Gerakan Binar Bermain Belajar, komunitas nasional yang fokus pada edukasi keluarga dan penguatan nilai-nilai perdamaian sejak dini.

Gerakan Binar yang berdiri sejak 2019 telah memiliki lebih dari 1.900 anggota di 24 provinsi dan aktif menggelar ribuan aktivitas bermain bersama anak. Salah satu program unggulannya adalah Family Peacebuilding Kit, media edukasi untuk membantu keluarga membangun komunikasi positif dan menyelesaikan konflik secara damai. Namun, desain dan material produk ini masih memerlukan pengembangan agar lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, tim dosen dan mahasiswa melalui program abdimas melakukan rancang ulang terhadap kit ini, mencakup riset pengguna, desain prototipe yang lebih interaktif dan ergonomis, hingga uji coba langsung bersama komunitas. Hasilnya adalah produk turunan Family Peacebuilding Kit yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menarik secara visual dan aman digunakan oleh anak-anak.

“Kami ingin menjadikan media edukasi ini sebagai sarana membentuk keluarga yang inklusif, toleran, dan harmonis. Tidak hanya untuk orang tua, tetapi juga untuk anak-anak sebagai bagian aktif dalam proses pembelajaran sosial,” ujar perwakilan tim dosen pelaksana.

Program ini tidak berhenti di tahap desain. Tim juga menyelenggarakan pelatihan penggunaan kit bagi orang tua dan komunitas, serta melakukan diseminasi melalui platform digital milik Gerakan Binar. Selain itu, pendekatan pemberdayaan ekonomi lokal turut diintegrasikan dengan melibatkan pengrajin dan pelaku usaha kecil dalam proses produksi, membuka potensi ekonomi baru sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat.

Inovasi ini menunjukkan bagaimana desain produk tidak hanya soal estetika dan fungsi, tetapi juga dapat menjadi alat transformasi sosial dalam membangun nilai dan karakter di lingkup terkecil masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *